Hibah tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Prosesi ini menjadi momen penting sekaligus simbol komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
Tanah seluas dua hektare yang terletak di kawasan strategis Desa Kumun, Sungai Penuh, diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp40 miliar. Lahan tersebut direncanakan menjadi bagian dari pengembangan kampus STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, sebagai langkah strategis menuju transformasi lembaga tersebut menjadi universitas Muhammadiyah di masa depan.
Acara penyerahan hibah ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting Muhammadiyah, di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto dan Dahlan Rais, Sekretaris PP Muhammadiyah Sayuti, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Bambang Setiaji, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gunawan Budiyanto (atau Prof. Nurmandi sesuai penyebutan dalam acara),
Ketua STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Mahli ZT, serta Ketua BPH STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Nasrullah.
Penyerahan hibah ini menjadi salah satu tonggak krusial dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, membuka harapan baru bagi lahirnya pusat pendidikan yang lebih maju dan berdampak luas bagi masyarakat.
Bagi para penggerak di balik inisiatif ini, langkah besar tersebut tentu baru awal dari perjalanan panjang. Berbagai pekerjaan rumah menanti, namun optimisme tetap terjaga untuk mewujudkan mimpi besar menjadikan kampus ini berkembang menjadi universitas yang unggul.
Di bulan suci Ramadan ini, hibah tersebut diharapkan menjadi amal saleh yang membawa keberkahan bagi semua pihak. Doa dan dukungan masyarakat pun diharapkan terus mengalir agar seluruh proses pengembangan berjalan lancar.
Dengan semangat kebersamaan dan keyakinan kuat, cita-cita besar itu perlahan diwujudkan—Bismillah, terus melangkah dengan semangat dan kegembiraa.(khy.26)
