Sejumlah warga, terutama dari kalangan ibu-ibu, menduduki area pintu air proyek sebagai bentuk penolakan terhadap kegiatan operasional PLTA yang dinilai belum mengakomodasi aspirasi masyarakat.
Namun, ketegangan sempat berubah menjadi kepanikan ketika salah satu ibu yang ikut dalam aksi tiba-tiba pingsan di lokasi kejadian sekitar pukul 09.30 WIB. Beruntung, tim kesehatan dari Polres Kerinci yang berada di lokasi bertindak cepat memberikan pertolongan pertama.
Petugas medis dari DOKPOL Polres Kerinci langsung memberikan bantuan inhalasi oksigen kepada korban di lapangan. Berkat kesigapan tersebut, kondisi sang ibu berhasil distabilkan sebelum dibawa untuk penanganan lebih lanjut jika diperlukan.
Ungkap dari salah satu anggota Kapolres Kerinci dilapangan kepada awak media khayangannews, " Kami pastikan seluruh warga yang menyuarakan pendapatnya tetap dalam kondisi aman. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat,” ungkap salah satu petugas di lokasi.
Meski aksi penolakan masih terus berlangsung, situasi dilaporkan kondusif dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Proses dialog dan pendekatan persuasif juga terus dilakukan agar tidak terjadi eskalasi yang merugikan semua pihak.
Aksi ini menunjukkan pentingnya komunikasi terbuka antara pihak pengembang proyek dan masyarakat. Kejadian tersebut juga menjadi bukti nyata peran aktif kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan dalam kondisi darurat.
( Kh.25)